Regional

Wakil Bupati Pasangkayu Akui Pendapatan Asli Daerah Masih Lemah

Pasangkayu–infotimur.com—Fraksi Indonesia Raya mengkritisi belum adanya sanksi dan ketegasan dalam menghadapi wajib pajak dan retribusi yang nakal. Hal itu disampaikan salah satu Anggota DPRD Pasangkayu, H.Hamzah pada pandangan umum fraksi gerakan Indonesia Raya terhadap Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Pasangkayu tahun anggaran 201 di Ruang Paripurna DPRD Pasangkayu, Jumat Siang (14/06)

H.Hamzah mengemukakan pandangan fraksi gerakan Indonesia Raya perlu mendapat jawaban dari Bupati mengenai pemberian sanksi wajib pajak dan retribusi yang nakal, belum jelasnya data penunggak pajak dan retribusi, tidak adanya upaya penangihan terhadap penunggak pajak

Selain itu, H. Hamzah juga meminta pemerintah daerah serius menginventarisasi aset daerah sebab masih ada aset yang tidak jelas kondisi dan keberadaanya

“keempat sarana dan tenaga kebersihan agar dapat diperhatikan secara serius karena kondisi saat ini kebersihan Kota Pasangkayu belum dapat optimal sehingga pungutan retribusi kebersihan kota tidak bisa mendongkrak pendapatan asli daerah,”ujarnya

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Pasangkayu, H. Muhammad Saal mengakui bahwa semua sektor pendapatan asli daerah masih lemah dan pemerintah mestinya mendorong segala potensi, bukan hanya pada sektor retribusi persampahan.

“Sektor mana pun yang bisa mendapatkan pendapatan secara sah harus kita gali,”ungkapnya

Berikan Komentar Terbaik Anda

INFOTIMUR POPULER

To Top