Sastra

Puisi : Pergi

Puisi Wiranto Alfi

Sajak Perjalanan

Ketika malam menua
dan tanah moyang ini basah
setiap dari kita harus mencari.

Di jalan panjang ini
kita susuri garis garis sunyi
meski gerimis tak hendak pamit
sebab ini jalan kita.

Biarkan malam
menulis cerita
di baris baris paling sunyi
sebab esok puisi harus bicara.

Ternate, 12 Desember 2017.

 

Ada

Hitam pekat dengan asap tipis
hangat, beraroma
hasrat mengental hati pun terpikat.

Ada yang melintasi
ketika halusinasi tak jua bebas
dan nikmat yang tiada batas
menyentuh bibir yang lepas.

Ada yang melayang, jauh
hingga memahit, ke puncak aroma
dan pelan. sungguh pelan
ada gelembung dari mulutmu.

Lengkap sudah
ketika mendung
menutup Gamalama
dan jiwa lepas ke banyak kemerdekaan.

Ternate, 27 Desember 2017

 

Pergi

Satu khilaf beranak pinak
berbuah curiga di atas percaya
kata kata tak lagi bermakna
setiap ucap bak angin lalu.

Kini-

hadirmu tak lagi terasa
dan aku retak
padahal rindu bagai kapal
selalu ingin berlabuh.

Ternate, 21 Mei 2017.

 

Di Batas Sunyi

Aku di sini di batas sunyi
di antara Akehuda dan Tubo
matahari menepikan desir angin
dan aku mengeja alang-alang
menyaksikan seorang gadis
dengan gembira melipat anak tangga.

Di batas keletihan
aku merasakan hari berlari
ia sempat bertanya perihal kesendirian
tapi sungguh, aku hanya memastikan
deras dalam dada.

Ternate, 27 November 2017

Wiranto Alfi atau biasa disapa Anto. Lahir di Bobaneigo, sebagai mahasiswa (semester V). Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP-UNKHAIR Ternate. Puisi-puisinya pernah dipublikasikan di Majalah Simalaba (versi online). Selain kuliah, dirinya juga salah satu anggota Komunitas Parlamen Jalanan Maluku Utara, dan tergabung di Komunitas Penulis Tepi. Kini tinggal di Ternate.

——————————————————————
Media Ciber Infotimur.com menerima tulisan berupa Cerpen dan Puisi. Puisi yang dikirim penulis sebanyak 10 judul di email infotimurnews477@gmail.com

Berikan Komentar Terbaik Anda

INFOTIMUR POPULER

To Top